S lutena indonesia

S lutena indonesia

S lutena indonesia

S lutena indonesia

Orang yang akan menderita kebutaan biasanya mengalami gangguan penglihatan terlebih dahulu, yang kemudian akan berkembang menjadi kebutaan.

Kebutaan dapat memengaruhi satu atau kedua mata, dan tidak selalu menyebabkan kegelapan total. Banyak orang yang dianggap buta masih bisa melihat beberapa cahaya atau bayangan, tapi tidak dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.

Penyebab kebutaan bisa dari berbagai kondisi, tapi sering kali ia disebabkan oleh penyakit atau gangguan mata tertentu.

Pada mata normal, cahaya yang masuk ke mata melalui kornea dan lensa akan difokuskan oleh iris sehingga membentuk gambar.

Cahaya tersebut lalu diproyeksikan ke dinding belakang mata, di mana hal itu dirasakan oleh jutaan ujung saraf kecil yang membentuk retina.

Dari sini, retina menerjemahkan gambar menjadi rangsangan saraf yang diteruskan ke otak melalui saraf optik.

Ketika salah satu dari bagian mata ini rusak, baik karena sakit atau cedera, kebutaan dapat terjadi.

Oleh karena itu, Anda harus selalu waspada terhadap kesehatan mata Anda, khususnya pada berapa kondisi di bawah ini sebagai faktor penyebab kebutaan yang paling sering terjadi.

Kebutaan dapat terjadi pada siapa saja . Bisa dengan bayi, anak – anak , remaja, orang dewasa maupun lansia.

Kebutaan mata sering dialami oleh anak- anak dan ibu hamil ataupun lansia. Kebutaan diakibatkan dari masalah kesehatan seperti kebutaan mata karena glukoma , kebutaan kornea , kebutaan akibat katarak , kebutaan karena mata putus , dan berbagai masalah gangguan penyakit mata lainnya seperti dibawah ini.

S lutena indonesiaAda berbagai penyakit mata dan gangguan mata  yang dapat mempengaruhi bagian dari mata dan menyebabkan kebutaan, diantaranya :

  • Katarak , katarak sendiri suatu kondisi dimana lensa mata mengalami kekeruhan, sehingga cahaya tidak masuk melalui mata atau dengan kata lain cahaya yang menuju mata terhalang oleh keruhnya lensa mata.
  • Glaukoma, glaukoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata sehingga menyebabkan rusaknya saraf optik yang membentuk bagian-bagian retina di belakang bola mata.Glaukoma merupakan salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta.
  • Retinopati diabetik ( Komplikasi diabetes pada mata ) , Retinopati diabetik merupakan penyakit mata yang dihasilkan dari efek jangka panjang dari diabetes. Diabetic retinopathy terjadi ketika kerusakan sistemik yang disebabkan oleh diabetes mulai mempengaruhi retina. Secara khusus, pembuluh darah yang memberi nutrisi retina dapat terkena dampak negatif diabetes, menyebabkan kehilangan penglihatan melalui perdarahan dan kerusakan retina. Gula yang berlebihan dalam darah dapat menyebabkan kerusakan seluruh tubuh termasuk pembuluh darah. Ketika pembuluh darah di retina rusak, visi terganggu. Jika tidak diobati, retinopati diabetes dapat menyebabkan kebutaan.
  • Penyakit stargardt , merupakan penyakit langka yang diturunkan dalam bentuk degradasi makula yang menyebabkan menurunnya kualitas penglihatan yang dapat berujung pada kebutaan. Stargardt ditandai dengan deposit kekuningan yang tidak beraturan dalam kutub posterior.
  • Ablasio retina ( Saraf retina lepas atau putus ) ,Ablasio retina dapat disebabkan oleh trauma atau penyakit. Kondisi seperti diabetic retinopathy dan miopia berat, atau rabun jauh yang dapat meningkatkan risiko terputusnya saraf retina. Penyakit mata ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat keluarga penderita ablasio retina atau merka yang pernah menjalani operasi katarak. Menurut Institute Nasional, ketika retina mata lepas dari posisi normal secara perlahan bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan permanen atau bahkan kebutaan bisa terjadi.
  • Degenerasi makula , terjadi akibat kerusakan makula, yaitu suatu bintik kecil di dekat bagian tengah retina yang diperlukan untuk melihat sesuatu dengan jelas dan melihat sesuatu benda yang terletak tepat di depan anda (penglihatan sentral). Degenerasi makula merupakan suatu gangguan mata yang seringkali menyebabkan hilangnya penglihatan (kebutaan) pada orang berusia 50 tahun atau lebih.
  • Retinitis pigmentosa , retinitis pigmentosa mempengaruhi retina atau lapisan sel-sel saraf yang berada dibelakang mata. Retinitis pigmentosa merupakan suatu gangguan pada mata, di mana terjadi kerusakan pada retina. Retinitis pigmentosa dapat diturunkan dalam keluarga (herediter) dan dapat disebabkan oleh berbagai kelainan genetika. RP suatu kemunduran yang progresif pada retina yang mempengaruhi penglihatan pada malam hari dan penglihatan tepi dan pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan.
  • Mata minus, rabun jauh atau myopi . mata minus, rabun jauh atau myopi dapat membuat mata seseorang 2 kali lipat lebih rentan kena glaukoma. Gangguan ini dicirikan dengan tekanan bola mata yang meningkat, yang mengakibatkan lapang pandang berkurang dan lama-lama bisa menjadi buta.

Selengkapnya Silahkan Hubungi Kami Via Wa

 

https://api.whatsapp.com/send?phone=6283879040083&text=Nama%20%3A%0AEmail%20%3A%0AKota%20%3A%0AMinat%20Produk%20Hemohim%20Atomy%20

You may also like...

%d bloggers like this: